1. MEMAHAMI MISI “PERSAUDARAAN‑PERSAUDARAAN KASIH”

Pendekatan orisinal “Persaudaraan KASIH” dari St. Vincentius de Paul dapat menjadi amat penting untuk meraih berjuta‑juta orang yang sangat miskin, yang sakit, cacat dan terlantar, di dalam perjuangan melawan kemiskinan dan usaha keras untuk kesejahteraan kaum miskin pada setiap saat dalam sejarah.

2. PERUBAHAN MENTAL SIKAP TERHADAP KAUM MISKIN

Hal ini memerlukan perubahan mentalitas secara radikal dan perubahan ide‑ide yang melekat erat di dalam opini, tradisi, dan sikap masyarakat. Suatu perubahan cultural seperti itu tidak hanya terjadi semata‑mata dengan penghapusan segi‑segi yang negatif; akan tetapi sungguh perlu menciptakan mentalitas yang baru, lebih terbuka, lebih hormat, untuk dapat mengakui dan membela hak setiap orang untuk menjadi perperan  utama di dalam membentuk hidupnya sendiri.

3. PERLUASAN DAN PEMBENTUKAN KELOMPOK‑KELOMPOK BARU

Pada waktu ini, PERKASIH Indonesia ada di semua pulau besar Indonesia. Hampir 1000 orang relawan melibatkan diri dalam upaya memberi dukungan untuk kehidupan yang layak kepada kaum miskin, dengan cara yang disesuaikan dengan jaman kita, kebudayaan Indonesia, dan proyek pokok Santo Vincentius de Paul: “Bertindak bersama‑sama melawan kemiskinan”.

Prihatin mengenai situasi kemiskinan di dunia, PERKASIH INDONESIA (IAC) akan membentuk kelompok‑kelompok baru di Indonesia, Timor Timur, dan Singapura, diI tempat Perkumpulan/Persaudaraan kasih belum ada.

Proyek ini akan dilaksanakan dengan bantuan/dukungan yang berharga dari Keluarga Vincentian di Indonesia.

4. KEBIJAKAN PELATIHAN

Pelatihan ialah salah satu titik perhatian operasional yang paling penting di dalam  PERKASIH INDONESIA (IAC). Pelatihan ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga teknis dan khusus, seperti perjuangan untuk hak‑hak asasi manusia dan, Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat bagi kaum miskin.

Pelatihan ini diilhami oleh visi PERKASIH INDONESIA  bahwa: hanya dengan program pelatihan yang tetap/permanen dan terbimbing, kita dapat belajar untuk:

  • Membebaskan diri kita sendiri dari kebiasaan perbudakan dan ketidak‑pedulian ketika melihat kemiskinan sebagai kenyataan sehari‑hari dan bukan sebagai suatu ketidakadilan yang tak tertahankan.
  • Menanamkan dan mengolah di dalam diri kita sendiri kemampuan untuk keheranan dan ketidaksetujuan/ penolakan terhadap segala macam ketidakadilan.
  • Menempatkan diri kita di hadapan setiap fakta baru dengan keingintahuan intelektual yang menganalisis secara mendalam setiap realitas untuk mendeteksi/menemukan perubahan dan dengan demikian memahami penyebab ketidakadilan dan mengukur akibatnya.
  • Mengembangkan semangat yang kritis untuk mengevaluasi realitas tanpa tunduk (pada suatu standar), dengan objektivitas dan tanpa prasangka.
  • Bertindak tanpa pesimisme, melenyapkan fatalisme untuk menghadapi secara jujur mereka yang berlawanan dengan cara berpikir kita.
  • Memperbarui mentalitas dan cara‑cara kita, tanpa takut akan perubahan, dan menerimanya dengan semangat/antusiasme dan harapan transformasi.

PERKASIH INDONESIA memberikan sessi‑sessi pelatihan serta kursus teknis dan spiritual mengenai pelayanan (untuk) kaum miskin secara cuma‑cuma.

5. KERJA SAMA DAN PEMBENTUKAN JARINGAN KERJA

PERKASIH INDONESIA (IAC) bekerja sama dengan Keluarga Vincentian dan dengan semua organisasi dan komunitas dasar yang terlibat di dalam perjuangan melawan kelaparan, penyakit, dan ketidakmampuan.

Berdasar pedoman Gereja, dalam ‘opsi/keberpihakannya pada kaum miskin.

PERKASIH INDONESIA (IAC) ialah suatu Organisasi Katolik tetapi bersifat ekumenis dan mempunyai hubungan dengan semua kelompok yang melayani kaum miskin, dalam penghapusan kemiskinan.

PERKASIH INDONESIA (IAC) berada dalam proses penyesuaian dengan jaman dan renovasi/pembaruan yang tak pernah selesai.